1. Untuk pengguna handphone android silahkan gunakan aplikasi biglendir, silahkan di download disini!
    Dismiss Notice
  2. Ayo Login atau Register dan temukan video bokep IGO terbaru yang hanya bisa di akses oleh anggota forum.

CERITA SEX Cerita Seks 2018 Pacarku Dan Kakaknya Yang Masih Perawan

Diskusi di forum 'Perawan' dimulai oleh claudia agnesia, 12 Jan 2018 at 11:44 pagi.

  1. claudia agnesia

    claudia agnesia Suhu Lendir

    Daftar:
    3 Jan 2018
    Postingan:
    11
    Like:
    0
    Kelamin:
    Vagina
    Windows 7
    Windows 7
    Chrome 63.0.3239.132
    Chrome 63.0.3239.132
    "Cerita Seks 2018 Pacarku Dan Kakaknya Yang Masih Perawan"

    Sebut saja namaku Dika, aku akan membagikan cerita sex-ku yang pastinya seru dan dijamin bikin para pembaca sekalian Horny, hhe. Usiaku sekrang 30 tahun, aku Pria berkulit putih bersih, berpostur tubuh biasa ( tidak kurus dan tidak gemuk ). Cerita sex ini adalah pengalaman pribadiku. Ketika aku kuliah di Solo aku mempunyai pacar yang berasal dari Jambi, dia bernama Lidya ( nama samaran). Aku memanggilnya dengan panggilan sayang Beby.

    Saat itu dia masih sekolah di salah 1 SMU di Yogyakarta. Sebenarnya Lidya ini anaknya lugu dan baik hati. Namun dibalik keluguan Lidya itu, dia mempunyai nafsu sex yang luar biasa. Ketika itu setiap weekend aku selalu menyempatkan untuk mengunjungi Beby di kos-nya. Sebenarnya Kos-kosan Beby ini mempunyai aturan yang cukup ketat, soalnya kos-kosan Beby ini adalah kos khusus putri. Aturan kunjungan tamu pada siang hari dibatasi jam 09.00-12.00 dan lanjut sampai 16.00 s/d 21.00.

    Pada hari minggu saat aku ke berkunjung kekosan Beby waktu menunjukan pukul 11.00, secara aturan aku hanya mempunyai waktu 1 jam di Kosannya dong. Walaupun ketat aturannya tapi teman yang bermain boleh masuk ke kamar dengan catatan pintu tidak boleh ditutup rapat rapat. Waktu 1 jam itu aku manfaatkan dengan baik untuk mencumbunya.

    Bahkan aku menjelajahi sekujur tubuhnya dari ujung rambut sampai kakinya, kami saling bergumul bak berkelahi saja. Kebetulan tempat tidurnya tepat di belakang pintu kamar. Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 1 siang, terpaksa kami hentikan permainan yang tanggung itu. Dan dengan berat hati kami berbenah ruangan yang sudah seperti kapal pecah.

    “ Mas Dika ke Kosnya Toni ya? ” tanya dia sambil membetulkan kancing bajunya.

    “ Iya Beb, emang kamu mau ikut ? ” tanyaku.

    “ Nggak ah Mas, Cuacanya panas banget soalnya, ” jawabnya,

    Kemudian sejenak kami saling mepandang seolah tidak terima dengan perpisahaan yang sesaat itu, dan tiba-tiba Beby-pun berkata,

    “ Emmm… Mendingan Mas nggk usah ke kos Toni deh Mas, Mending kita bobok siang bareng disini aja, gimana ??? ” pintanya,

    “ Emm… gimana ya… kan ketat disini aturanya ? ”

    “ Udah kita cuek aja Mas, kita kunci aja kamar dari dalam, biar Ibu Kos gak tahu! anggap aja Beby lagi tidur-kan beres? ” ucapnya,

    “ Ha… Gila lu Beb ! ” kataku pendek.

    “ Mas Dika kan juga capek baru dari Solo, ntar di Kos Mas Toni gak bisa istirahat, paling juga bengong! ”

    Aku terdiam sejenak, benar juga yah ( pikirku).

    “ Benar nih gak takut sama Ibu kos? ”

    “ Siapa takut… ”

    “ Okelah, tapi ntar aku tak ke kamar mandi sebentar ”

    Sepulang dari kamar mandi kulihat dia udah ganti pakaian tidur dengan lengan terlihat mulus, kuning kecoklat coklatan.

    “ Beby tutup pintunya ya Mas… ”

    “ Hemmm… ”

    Kubaringkan badanku di kasur yang empuk, dan dia di sampingku sambil memelukku seolah tak mau kehilangan aku.

    “ Aduh… ” tiba tiba aja dia bergumam.

    “ Ada apa? ”

    “ Kurang ajar nih semut gigit paha Beby ” ujarnya sambil menyingkap daster bawahnya.

    “ Wah bener kurang ajar tuh semut gua aja belum pernah gigit paha Beby kok dia udah duluan… ”

    “ Emang mau gigit, tapi abis gigit mesti mati ya… Hi… Hi… ”

    “ Tu kan Mas, jadi merah… Emang kurang ajar semut itu! ”

    “ Sini Mas Dika cium biar sembuh… ” jawabku layaknya orang pacaran yang sok pahlawan.

    “ Gombal… ”

    Sambil iseng aku lihat pahanya yang digit semut itu dan, mantap… Mulus juga nih paha batinku. Aku usap paha itu dengan lembut beberapa kali, dan tiba tiba saja aku cium paha itu.

    “ Iihh geli Mas… ” Suara itu membuat ku birahi!

    “ Geli apa enak? ” bisikku, tanganku mulai menggerayangi buah dadanya.

    Dia diam saja, tanganku mulai kuselipkan dibalik bajunya dan menggerayangi pentilnya yang sudah mulai mengeras. Sementara tangan kiriku mulai menyelinap dibalik celana dalamnya dan kugesek gesek kan pada Kewanitaan-nya.

    Kusingkapkan dasternya keatas sehingga terlihat jelas gundukan Kewanitaannya di balik celana putihnya. Dia diam saja. Sedikit demi sedikit mulai aku tarik celana dalamnya ke bawah.

    “ Ayo terus kalau berani… ” tiba tiba aja dia berkata, aku sempat kaget dengan celetukannya itu.

    Dalam sekejap saja sudah aku telanjangi dia, mulus! Tanpa banyak acara lagi aku juga ikut telanjang, aku gesek gesekkan Kejantananku ke Kewanitaan-nya. Nikmat rasanya, tapi aku tak berpikir yang lain cukup gesek-gesek saja.
    Sambil bercanda dia bilang,

    “ Ayo kalau berani dimasukkan Mas ”.

    “ Gila kamu… ”

    “ Hi… Hi… Takut ya… ”

    “ Emang kenapa takut? ”

    “ Coba aja… ”

    Aku tahu dia cuma bercanda karena selama ini kita pacaran memang sangat berhati hati. Tapi dia terus mengejekku… Akhirnya tergoda juga aku. Aku masukkan helm Kejantananku ke Kewanitaannya yang jelas sudah basah kuyup, tapi aku masih ragu. Tapi terasa sangat hangat dan luar biasa… Aku masukan sedikit lagi dan hampir separuh Kejantananku sudah masuk.

    “ Mas jangan… Ingat ya… Jangan… ” katanya

    “ Kenapa… Kamu takut ya… ”

    “ Jangan Mas, keluarkan ” pintanya pelan.

    Aku terus menggesek gesekannya, nikmat rasanya! Tiba tiba saja dia menggeserkan pantatnya ke samping dan mendorong pahaku. Kejantananku terlepas, kami saling berpandangan sejenak.

    “ Mulai nakal ya? ”

    “ Habis ditantang sih… ”

    Dia mencium lembut bibirku, aku balas dengan lembut dan kami saling berpelukkan erat, aku ciumi leher dan telinganya, dia mulai menggeliat aku terus menyerangnya perlahan lahan aku cumbu buah dadanya dan terus aku merayap ke bawah sampai Kewanitaan-nya.

    Bau anyir yang merangsang keluar dari Kewanitaan nya, aku jilati Kewanitaannya, dia menggeliat nikmat, matanya terpejam. Aku semakin rakus melahapnya dan aku masukkan lidahku ke dalam Kewanitaannya. Dia menggeliat.

    “ Uuuhhhh… Enak Mas ”, Aku tambah semangat.

    “ Terus Mas… Enak… ”

    Aku lepas mulutku dan aku ganti dengan Kejantananku. Nafsu besar dan nikmat yang aku rasakan membuat ku tak sabar memasukkan Kejantananku.

    “ Aduh… Pelan pelan Mas ”

    “ Ya… ”

    Separuh Kejantananku sudah masuk, tapi susah sekali masuk lebih dalam. Aku tarik sedikit masuk lagi, mundur masuk, Mundur, Masuk tak terasa hampir masuk semua Kejantananku ke Kewanitaan-nya. Aku remas buah dadanya sambil aku ciumi lehernya, dia terlihat merem melek merasakan nikmatnya Kejantananku. Tiba tiba saja ada yang menarik Kejantananku dari dalam Kewanitaannya dan nikmat sekali…

    “ Akh… Enak sekali sayang… ”

    “ Tekan Mas… Tekan lagi… Pelan pelan… ”
    Selengkapnya>>>
     
Loading...

Bagikan